Bagaimana Netflix Menggunakan Big Data untuk Mencari Tahu Film Favorit Anda

Big data telah terbukti berperan besar dalam merevolusi platform hiburan, contohnya Netflix. Netflix telah memanfaatkan Big Data untuk meningkatkan pengalaman pelanggan atau biasa disebut customer experience. Netflix memanfaatkan beberapa data seperti riwayat penayangan, titik di mana Anda menjeda video, dan yang lainnya. Ini memengaruhi semua mulai dari thumbnails, kualitas video, sampai rekomendasi film favorit untuk Anda.

Cari tahu bagaimana Netflix menggunakan Big Data untuk mencari tahu film favorit Anda dan konten personalisasi lainnya lewat artikel di bawah ini.

1. Rekomendasi film dan konten

Dalam layanan Netflix, setiap tindakan yang Anda dilakukan sudah terekam. Acara yang ditonton, waktu penayangannya, apa yang ditonton sebelum dan sesudah acara itu, seberapa cepat suatu serial ditonton, kapan dan di mana Anda bosan dan berhenti menonton, berapa lama waktu yang Anda dibutuhkan untuk menggulir dan setiap klik tombol jeda dan putar. Menggunakan sistem penandaan terperinci, Netflix dapat merekomendasikan Anda film favorit maupun konten lainnya yang mungkin akan Anda sukai.

2. Personalized thumbnails

Satu hal yang dapat diperhatikan saat membuka Netflix adalah bahwa gambar mini atau yang biasa disebut thumbnail yang akan Anda lihat untuk film atau acara tertentu mungkin tidak sama dengan thumbnail yang didapatkan pengguna lain. Netflix membentangkan beberapa thumbnails serta kemudian memberi peringkat pada setiap gambar dan mengukur gambar thumbnail mana yang memiliki kemungkinan besar untuk diklik.

Satu penemuan lain berupa bahwa pengguna yang menyukai aktor atau genre film tertentu memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengklik gambar dengan aktor atau gambar tertentu yang menggambarkan skenario tertentu.

3. Kualitas video streaming yang dioptimalkan

Netflix menggunakan data yang dilihat sebelumnya untuk memprediksi penggunaan bandwidth guna membantu layanan memutuskan kapan harus menyimpan cache server regional untuk memastikan waktu muat yang cepat saat permintaan sedang tinggi. Dengan demikian Netflix memprediksi acara mana yang akan dialirkan di lokasi tertentu dan menyimpan konten di server terdekat saat lalu lintas internet minimal.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa konten dialirkan tanpa buffering untuk memaksimalkan kepuasan Anda dan pengguna lainnya.

4. Menemukan seri/film populer berikutnya

Netflix menghabiskan sekitar 100 juta untuk 26 episode House of Cards dengan menganalisis data penggunanya, yaitu berdasarkan perilaku pelanggan mereka serta umpan balik atau feedback. Netflix akhirnya tahu melalui penggunaan Big Data bahwa pelanggannya menyukai Kevin Spacy dan mereka menyimpulkan bahwa pengguna mereka juga menyukai David Fincher. Oleh karena itu, dengan data ini, Netflix mampu menyatukan para pemeran dan sutradara yang ideal untuk pertunjukan tersebut. Bahkan poster acara dibuat melalui pembelajaran mesin/machine learning.

--

Bagaimana Netflix menggunakan Big Data untuk mencari tahu film favorit Anda dan memberi konten personalisasi lainnya berujung pada pengalaman pelanggan/customer experience yang dirasakan. Secara tidak langsung teknologi dan pemanfaatan Big Data memberi solusi dan mengoptimisasi sebuah sistem bisnis dimana berdampak pada profit. (awg/awg)


Mengapa Apple Bisa Sukses? Ini 5 Alasannya!